Laptop Acer Bakal “Setajam” MacBook Pro?

Standar
 
PC World

KOMPAS.com — Apple menggebrak dunia PC saat meluncurkan MacBook Pro (MBP) Retina Display pada Juni 2012. Produk laptop ini begitu menarik perhatian karena mampu hadir dengan layar beresolusi super tajam.

Sebagai catatan, MBP Retina Display versi 15 inci memiliki resolusi 2880 x 1800, sedangkan versi 13 inci kebanyakan hadir dengan resolusi sedikit di bawahnya, yaitu 2560 x 1600.

Hingga saat ini belum ada vendor lain yang mengikuti jejak Apple dalam meluncurkan laptop dengan layar beresolusi tinggi. Namun, hal tersebut tampaknya segera berubah.

Dikutip dari PC World, Kamis (10/1/2013), Acer akan menjadi salah satu pesaing Apple dalam meluncurkan beberapa laptop dengan spesifikasi tersebut. Acer akan menghadirkan layar setara Retina Display dalam beberapa model laptop, termasuk paling tidak sebuah Ultrabook, maksimal pada pertengahan tahun 2013.

Pihak PC World sudah melihat prototipe laptop tersebut. Prototipe tersebut menggunakan layar dengan tipe IPS dan memiliki resolusi 2880 x 1620.

Acer belum mau membeberkan model laptop yang akan dipersenjatai dengan layar retina ini. Namun, Acer membeberkan layar jenis tersebut akan hadir di beberapa sistem yang berbeda pada perangkat high-end.

Selain laptop, Acer juga berencana menghadirkan perangkat monitor dengan resolusi tinggi. Sayangnya, belum ada informasi mendetail tentang monitor ini.

Xperia Acro S, Android Anti-Air dan Tahan Banting

Standar
oik yusuf/ kompas.com
 

 

KOMPAS.com – Ponsel atau barang elektronik lain pada umumnya bukanlah barang yang layak terkena air. Salah sedikit, benda cair itu bisa merembes masuk dan merusak komponen internal yang sensitif. 

Ini tak berlaku untuk Sony Xperia Acro S. Inilah smartphone besutan Sony yang terbungkus dalam balutan casing berserfitikasi IP-57. Artinya, Acro S mampu bertahan selama lebih kurang setengah jam di kedalaman air hingga 1 meter. Selain itu, smartphone ini juga anti debu dan tahan benturan.

Bukan hanya berbodi tangguh, jeroan Xperia Acro S pun bertenaga. Sony menanamkan prosesor Qualcomm MSM8260 (S3) dual-core berkecepatan 1,5 GHz dipadu RAM sebesar 1 GB. Pemroses grafisnya menggunakan Adreno 220.

Selain itu, masih banyak lagi yang ditawarkan oleh smartphone ini. Untuk pembahasan selengkapnya, silakan simak ulasan berikut.

Desain

sony_xperia_acro_s_back_front

Bentuk fisik Xperia Acro S tampak mirip dengan smartphone seri NXT lainnya dari Sony. Layar berukuran 4,3 inci dilapisi kaca tahan gores mineral glass yang tampil mengkilap, dikelilingi bingkai berwarna hitam glossy.

Kesannya minimalis dan berkelas, namun agak sulit dibedakan dari saudara-saudaranya sesama smartphone Sony Xperia.

Di bagian muka terdapat tiga buah soft button, yaitu “home”, “return” dan “menu”. Ada pula unit kamera depan dengan resolusi 1,3 megapixel yang sanggup merekam video 720p.

Bagian belakang Xperia Acro S terbuat dari plastik bertekstur halus mirip karet. Sebuah kamera utama dengan resolusi 12 megapixel mirip dengan yang terdapat pada saudaranya, Sony Xperia Ion, ditempatkan di sini.

Adapun baterai tidak bisa diganti karena casing smartphone ini memang tak bisa dibuka.

Dengan ketebalan 12 mm dan berat 147 gram, Xperia Acro S terasa agak “gemuk”. Di sisi kanannya ada tombol power, pengatur volume, dan kamera.

sony_xperia_acro_s_side

sony_xperia_acro_s_slots

Sisi kiri memuat slot SIM card dan micro-SD card, keduanya terlindung dibalik mekanisme penutup khusus yang kedap air Membukanya agak repot, terutama untuk tray SIM card yang terkesan ringkih, tetapi setidaknya pengguna tak perlu khawatir ponsel ini bakal rusak ketika tercemplung ke dalam air.

Di bagian ini juga terdapat dua buah kontak logam yang digunakan untuk mengisi baterai selagi Xperia Acro S terpasang pada docking yang disertakan dalam paket penjualan. Karena terbuka tanpa penutup, kontak ini menimbulkan sedikit kekhawatiran soal ketahanan air dari ponsel yang bersangkutan.

sony_xperia_acro_s_top

Konektor lainnya, yaitu port HDMI, USB, dan konektor audio 3,5 mm terletak di bagian atas dan dilindungi penutup anti-air serupa.

sony_xperia_acro_s_water

Lalu, apakah smartphone ini benar-benar tahan air? Ternyata memang demikian. Saat KompasTekno mencemplungkan ke air ataupun disiram, Xperia Acro S tetap berfungsi dengan baik. Pun demikian dengan layar sentuhnya yang masih merespon dengan cepat walaupun dipakai dengan jari-jari basah.

Kontak logam terbuka yang sempat diragukan sebelumnya juga tidak menimbulkan masalah.

Kemasan dan Paket Penjualan

sony_xperia_acro_s_box

Xperia Acro S datang dalam kemasan minimalis khas Sony, dengan latar warna putih dan logo Sony berwarna hitam dengan tulisan putih.

Kemasan ini berukuran lebih besar dibanding kotak milik Xperia Ion. Bundel aksesori yang ada di dalamnya pun lebih banyak.

sony_xperia_acro_s_accessories

Selain charger dan dokumentasi-dokumentasi tercetak, Xperia Acro S datang dengan sejumlah kelengkapan lain seperti sebuah charging dock yang terhubung dengan perangkat charger melalui kabel USB.

sony_xperia_acro_s_docs

Sayangnya perangkat ini tidak dapat dipakai untuk menyambungkan smartphone ke komputer untuk keperluan transfer data, hanya bisa untuk mengisi baterai saja.

sony_xperia_acro_s_headphones

Earphone tipe in-ear yang cukup berkualitas disertakan oleh Sony dalam paket penjualan, berikut tiga buah ear-plug berbeda ukuran.

Smartphone ini pun mampu bertahan dari benturan ketika jatuh dari ketinggian tertentu-lebih kurang 40 cm. Memang tidak terlalu tinggi, tetapi setidaknya bisa menghilangkan kekhawatiran mereka yang sering menjatuhkan ponsel secara tidak sengaja.

Layar dan Kamera

Kualitas layar adalah satu aspek yang patut dibanggakan pada Sony Xperia Acro S. Smartphone tahan air ini memiliki layar 4,3 inci dengan resolusi HD atau 1280×720. Tingkat kepadatan pixel-nya mencapai 342 ppi. Ditambah lagi dengan teknologi BRAVIA Engine milik Sony yang mampu meningkatkan kontras dan ketajaman display.

sony_xperia_acro_s_video

Hasil penerapan semua hal di atas langsung terlihat begitu pengguna menatap layar Xperia Acro S. Warna-warna tampil cerah dengan kontras dan saturasi tinggi.

Gambar dan teks pun tampil tajam, sama sekali tidak terlihat pixellated seperti pada layar dengan resolusi rendah. Saat dipakai di luar ruangan pada siang hari, layar smartphone ini tetap terlihat dengan jelas.

Berkat layarnya itu, Xperia Acro S pun menjadi perangkat yang ideal untuk menonton video HD. Terlebih lagi perangkat ini mampu memutar beragam jenis format dan codec populer termasuk MKV, DivX, dan QuickTime dalam full-HD (1920 x 1080). Akan tetapi, tentu saja layarnya tidak sebesar perangkat seperti tablet.

sony_xperia_acro_s_photos
Contoh foto siang hari/ outdoor

Kamera milik smartphone ini terbilang bagus. Dengan resolusi 12 megapixel (4000 x 3000), tangkapan gambarnya mampu menampilkan detail-detail kecil dalam kondisi pencahayaan ideal. Lampu LED flash bisa dipakai untuk membantu pemotretan dalam kondisi sebaliknya.

sony_xperia_acro_s_photos2
Contoh foto malam hari/ indoor

Di dalam ruangan dan ketika dipakai saat malam hari, kualitas gambarnya menurun dengan cepat seiring meningkatnya bintik noise dan penurunan tingkat detail. Akan tetapi, kekurangan ini tidak terlalu tampak apabila gambar dikecilkan.

sony_xperia_acro_s_camera

Sama seperti Xperia Ion, Sony menanamkan beberapa opsi berguna seperti pemilihan mode fokus (touch focus, auto-area, single-point, dan smile detection), exposure compensation, dan preset white balance.

Xperia Acro S pun sanggup merekam video full-HD (1080p) @ 30 FPS dengan auto-focus dan image stabilizer menggunakan kamera belakang, atau sekualitas HD (720p) dengan kamera depan.

Software dan Performa

sony_xperia_acro_s_hand
sony_xperia_acro_s_hand2

Beralih ke pemakaian, Sony Xperia Acro S terasa cukup nyaman saat digenggam. Bentuknya yang lebih kecil serta sisi-sisi smartphone ini yang agak membulat terasa lebih pas di tangan dibandingkan saudaranya, Xperia Ion.

Sistem operasi yang digunakan adalah Android 4.0 atau Ice Cream sandwich, dengan modifikasi tampilan ala Sony yang sayangnya membuat interface ponsel ini terlalu mirip dengan model-model yang memakai sistem operasi lebih lawas.

Pun begitu, berkat Ice Cream Sandwich (Android 4.0), Xperia Acro S terasa gesit dengan respons input yang cepat. Smartphone ini terasa lebih mulus dibandingkan Xperia Ion -setidaknya sebelum Ion di-upgrade ke versi Android Ice Cream Sandwich.

sony_xperia_acro_s_screens

Seperti biasa, Sony menyertakan sejumlah software pre-installed termasuk widget Timescape yang bisa dipakai para penggiat Facebook dan Twitter untuk tetap up-to-date dengan integrasi ke widget tersebut.

Soal performa, prosesor Snapdragon S3 dual-core 1,5 GHz, RAM 1 GB, dan GPU Adreno 220 pada smartphone ini memberikan kinerja yang cukup mumpuni.

Game kelas berat seperti Dead Trigger bisa dimainkan dalam tingkat detail “high” (tetapi bukan “ultra”) dengan cukup mulus walaupun kadang masih terasa agak tersendat ketika pemain dikeroyok zombie dalam jumlah besar.

sony_xperia_acro_s_games

Kualitas layar dan resolusi tinggi Xperia Acro S, sayangnya, menyebabkan beberapa aplikasi seperti Angry Birds Space menjadi kurang nyaman dimainkan karena ukuran icon jadi mengecil.

Baterai 1910 mAh pada Xperia Acro S sanggup menemani penggunanya beraktivitas seharian penuh dengan penggunaan-penggunaan casual seperti menjalankan aplikasi Facebook, Twitter, Gmail, ataupun browsing.

Beda halnya, saat dipakai aktivitas gaming. Saat dipakai bermain terus-menerus, ketahanan baterai Xperia Acro S menyusut hingga tinggal beberapa jam saja.

Xperia Acro S menyediakan kapasitas penyimpanan internal sebesar 16 GB. Penambahan kapasitas dimungkinkan berkat adanya slot micro-SD card yang mendukung kartu memori berkapasitas hingga 32 GB.

Kesimpulan

Untuk mereka yang gemar bepergian dan tak mau ponselnya rusak karena terkena air atau terbentur, Sony Xperia Acro S bisa menjadi pilihan menarik.

Memang, Sony menyediakan Xperia Go yang bahkan lebih tangguh lagi dengan sertifikasi IP-67, tetapi spesifikasi Xperia Acro S berada jauh di atas model tersebut.

Kapabilitas Xperia Acro S sebagai smartphone multimedia pun tak diragukan, dengan kinerja yang meyakinkan, respon yang gesit, serta tampilan layar yang cemerlang.

Harganya yang dipatok sebesar Rp 5 juta memang terdengar relatif mahal, tetapi Xperia Acro S boleh jadi merupakan ponsel Android anti-air dan tahan banting tercanggih yang bisa diperoleh saat ini.

Sony Xperia Acro S

Kelebihan:
+Tahan air, debu dan benturan
+Layar resolusi tinggi dengan kualitas tampilan prima
+Performa andal, dengan respons yang cepat

Kekurangan
:
-Sistem penutup konektor agak merepotkan untuk dibuka-tutup
-Aksesori docking hanya bisa dipakai untuk mengisi baterai

Spesifikasi

-Prosesor: Qualcomm MSM8260 Snapdragon (S3)
-Pemroses Grafis: Adreno 220
-RAM: 1 GB
-Storage Internal: 16 GB
-Storage Eksternal: MicroSD hingga 32 GB
-Layar: 4.3 inci, 1280×720 (342 ppi)
-Kamera: 12 Megapixel dengan LED flash (belakang), 1.3 megapixel (depan)
-Baterai: 1.910mAh
-Konektivitas: 3G HSDPA; HSUPA; W-LAN 802.11 b/g/n, DLNA, Bluetooth 3.0, USB 2.0 OTG, HDMI, audio 3,5 mm.
-Pilihan Warna: Hitam, Putih, Pink
-Dimensi: 126 x 66 x 11.9 mm
-Bobot: 147 gram.
-Harga: Rp 5 juta

Akhirnya, Sony Luncurkan Xperia Quad Core Pertama

Standar
techcrunch.com

KOMPAS.com – Butuh waktu lama sebelum Sony menelurkan smartphone dengan prosesor quad core pertamanya. Hal itu terjadi Senin (7/1/2013) kemarin di ajang pameran CES 2013 di mana produsen yang bersangkutan memperkenalkan Xperia Z.

Dikutip dari The Verge, dua perangkat ini adalah smartphone Android dengan layar lebar, sesuai dengan tren yang berkembang di kalangan produsen perangkat Android. Xperia Z memiliki bentang layar 5 inci dengan resolusi Full-HD (1920×1080).

Perangkat yang sebelumnya dikenal dengan kode nama “Yuga” ini memiliki tubuh berbentuk kotak yang dilapis kaca sehingga tampak indah, mirip produk smartphone dari Apple.

Tak hanya itu, ponsel high-end berbobot 140 gram yang tebalnya hanya 7,9mm ini juga memiliki kemampuan tahan air  dan debu dengan sertifikasi IP55 dan IP57. Artinya, ia sanggup “menyelam” di air dengan kedalaman 1 meter hingga 30 menit.

theverge.com

Selagi basah, pengguna tetap bisa menggunakan smartphone ini berkat dukungan Wet Finger Tracking Technology dari Sony.

Jeroan di dalamnya pun tak kalah meyakinkan. Xperia Z adalah smartphone dengan prosesor quad-core (Qualcomm Snapdragon S4 Pro 1,5 GHz) dipadu RAM sebesar 2 GB, dukungan 4G/ LTE, memori internal 16 GB yang bisa diekspansi dengan micro-SD card hingga 32 GB, dan unit kamera 13 megapixel.

Untuk sistem operasi, smartphone ini datang dengan Android versi 4.1 yang dibubuhi user interface buatan Sony sendiri dengan tampilan launcher, home screen, dan phone lock screen yang dimodifikasi. Sistem operas tersebut, menurut Sony, bisa di-upgrade menjadi Android 4.2 begitu sudah dirilis nanti.

Xperia Z rencananya akan tersedia dalam tiga warna, yaitu hitam, putih, dan ungu.

Selain Xperia Z yang merupakan seri produk flagship tandingan Galaxy S III dari Samsung dan iPhone 5 dari Apple, Sony juga mengumumkan Xperia ZL yang sebelumnya dikenal dengan kode nama “Odin”.techcrunch.com

Kedua ponsel ini ibarat pinang dibelah dua dengan spesifikasi hardware yang sama dan penampilan yang mirip. Bedanya, bagian belakang Xperia ZL tidak dilapis kaca melainkan terbuat dari bahan plastik yang agak cembung. Smartphone ini pun tidak memiliki kemampuan tahan air seperti “kakaknya”, Xperia Z. Kapasitas baterainya juga disebutkan lebih kecil.

Mesin Cuci Pintar LG Bisa Dikontrol via Smartphone

Standar

LG Smart Washer Dryer (LG)

Jakarta – Tak hanya smartphone atau kamera saja yang dibekali dengan WiFi. Di era konektivitas, berbagai produsen teknologi juga berlomba memasangkan WiFi di berbagai piranti.

Salah satunya adalah LG yang siap memamerkan mesin cuci pintarnya di pesta gadget Consumer Electronics Show 2013 minggu depan. Pada ajang yang digelar di Las Vegas, AS mendatang, konsumen akan bisa menyaksikan berbagai fitur menarik yang ditanamkan di mesin cuci yang dimaksud, yakni Smart Diagnosis, Smart Access, Smart Adapt dan Smart Grid Ready.

Dengan Smart Diagnosis, pengguna bisa mendiagnosis kerusakan yang terjadi di mesin cucinya lewat koneksi WiFi, NFC dan diagnosis melalui suara. Lantas pengaturan berbagai jenis putaran tabung mesin cuci lewat smartphone juga bisa dilakukan dengan adanya Smart Adapt.

Lewat ponsel pintar juga, pengguna bahkan tak perlu repot-repot ‘mendatangi’ mesin cuci untuk mengoperasikannya. Hanya lewat perintah suara saja di handsetnya, mereka bisa ‘menyuruh’ mesin untuk memulai atau menghentikan proses pencucian.

Meski ditinggal bepergian, pengguna juga masih dimungkinkan mengontrol operasional mesin cucinya ini dengan fitur Smart Access, tanpa batasan lokasi. Asyiknya lagi, kerja fitur Smart Access membuat mesin cuci pintar LG ini bisa mengirimkan pesan pada smartphone yang memberitahu selesainya proses pencucian maupun pengeringan.

Selain mesin cuci pintar, di ajang yang sama LG juga siap mempertontonkan kebolehan lemari es yang dilengkapi teknologi Linear Compressor, vacuum cleaner yang dapat dioperasikan melalui LG Smart TV, serta oven pintar yang juga ada WiFinya.

“Tak hanya memungkinkan kontrol jarak jauh, peningkatan konektivitas antar perangkat memungkinkan pengguna memantau kerja setiap perangkat elektronik rumah tangga melalui Smart TV sembari tetap menikmati siaran TV favorit. Inilah rumah pintar yang LG siapkan bagi mereka yang menginginkan gaya hidup cerdas terkini,” ujar Seong-jin Jo, Presiden dan CEO LG Electronics Home Appliance Company dalam keteangan resmi yang diterima detikINET.

Israel Latih Remaja untuk Ciptakan Digital Iron Dome

Standar

CHIP.co.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi membuka sebuah program nasional untuk melatih remaja untuk menghadapi perang dunia cyber. Benjamin Netanyahu mengungkapkan rencana pembuatan digital Iron Dome untuk melindungi infrastruktur vital dari serangan peretas dan virus pada bulan Oktober lalu. Dia berharap dengan pelatihan, remaja tersebut akan menciptakan sebuah generasi yang siap menghadapi serangan serupa.

Program tersebut dikabarkan akan menerima siswa luar biasa yang berusia antara 16 sampai 18 tahun. Mereka akan dilatih untuk mengenali berbagai “serangan” dalam kursus yang berdurasi tiga tahun.

Dalam acara pembukaan program tersebut, Netanyahu mengatakan bahwa kursus tersebut bisa “menumbukan generasi masa depan,” yang bisa mendeteksi saat sistem utama Israel sedang diserang, dimana serangan semacam itu diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Keinginan Israel untuk meningkatkan keamanan digitalnya tercermin dari pemerintahan negara lain di seluruh dunia. Meskipun US Cybersecurity Act of 2012 telah digagalkan oleh senat Amerika Serikat, White House telah menginstruksikan untuk membuat praktik terbaik bagi bisnis dan pemerintah untuk melindungi diri dari serangan cyber.